Categories: News

Viral Video Balita Dihukum Duduk di Rak Bagasi Kereta Api, Ini Tanggapan Psikolog Anak

News, Jakarta – Psikolog Anak bernama Kurniasih Dwi Purwanti memberikan pendapatnya soal video hukuman balita yang viral. Video tersebut viral karena orangtua balita menghukum sang anak dengan cara tidak biasa.

Yakni dengan mendudukannya di rak bagasi kereta api. Menurut Kurniasih, tindakan yang dilakukan orangtua tersebut kurang tepat. Sebabnya adalah sebelum membawa anak usia dini menggunakan kendaraan umum seperti kereta api, orangtua dihimbau untuk mempersiapkan kebutuhannya.

“Orangtua harusnya mempersiapkan beberapa mainan yang mengedukasi, makanan dan minuman yang cukup.”

“Hal itu diperlukan agar anak tidak bosan dan berujung menganggu orang lain,” tutur Kurniasih melansir Tribunnews.com, Sabtu (1/2/2020).

Kurniasih yang berpraktik di Rumah Sakit Ananda, Purwokerto itu menyatakan hukuman yang bisa menjerakan anak bergantung pada perilakunya.

Page: 1 2

admin

Recent Posts

Coronavirus live updates: Total US cases near 9,000 as death toll approaches 150

A supermarket worker was spat at by a customer attempting to stockpile Pot Noodles while…

1 hari ago

Coronavirus: Gov. Inslee places 30-day moratorium on evictions as case numbers increase

A supermarket worker was spat at by a customer attempting to stockpile Pot Noodles while…

1 hari ago

Virus confronts leaders with one of modern history’s gravest challenges

A supermarket worker was spat at by a customer attempting to stockpile Pot Noodles while…

1 hari ago

Covid-19: how doctors and healthcare systems are tackling coronavirus worldwide

A supermarket worker was spat at by a customer attempting to stockpile Pot Noodles while…

1 hari ago

The coronavirus pandemic in five powerful charts

A supermarket worker was spat at by a customer attempting to stockpile Pot Noodles while…

1 hari ago

Coronavirus: where do we stand in the race for a vaccine?

A supermarket worker was spat at by a customer attempting to stockpile Pot Noodles while…

1 hari ago