fbpx
Beranda Auto Islam Jadilah Pendamping Hidupku. Karena Ku Ingin Menjagamu Hingga Akhir Hayatku

Jadilah Pendamping Hidupku. Karena Ku Ingin Menjagamu Hingga Akhir Hayatku

Petir menyambar. Suara gemuruhnya begitu kencang. Hana yang takut akan suara petir kemudian menutup telinganya, memejamkan mata. Dadanya berdebar kencang. Bagas yang mengerti Hana ketakutan duduk berpindah disamping Hana. Meminta air mineral kepada pelayan café, dan duduk menepuk punggung Hana perlahan.

Setelah merasa mulai tenang, Hana kemudian membuka matanya perlahan. Detak jantungnya mulai kembali tenang, walau diluar sana suara petir masih menyambar dengan pelan. Ia kemudian menerima air mineral yang Bagas berikan, dan tetap membiarkan Bagas menepuk punggungnya perlahan, karena hanya itu yang Hana butuhkan.

Bagas adalah sosok teman yang selalu ada untuk Hana. Sejak mereka sekolah menengah pertama, Bagaslah yang menemani dan menjaga Hana. Bagas jugalah yang menjadi tempat Hana mengadukan segala keluh kesahnya. Bahkan saat ayah Hana meninggal 3 tahun lalu, Bagas menemani Hana berhari-hari, bahkan sempat mengambil cuti hanya untuk memastikan Hana tetap baik-baik saja setelah duka mendalamnya. Bagas juga tak pernah luput memastikan keadaan Hana saat ia sedang sibuk bekerja.


Bagas yang melihat Hana masih melawan takutnya, melupakan niatan awalnya mengapa mengajak Hana bertemu kali ini. Ia hanya mementingkan keadaan Hana untuk tenang kali ini.

“Udah, Gas. Gue udah gak papa kok.”

Bagas menghentikan menepuk punggung Hana. Saat benar-benar yakin bahwa Hana telah baik-baik saja ia kemudian kembali ketempat duduknya.

“Cincinnya mana?” pertanyaan Hana membuat Bagas terperanjak. Tatapan mata Bagas seperti tak percaya jika sebenarnya Hana sempat mendengar pernyataan Bagas sebelum suara petir membuatnya takut kemudian.

“Gue denger kok tadi. Cuma petirnya aja yang ngeduluin jawab. Lo, nggak bawa cincin ya? Ckckck, yaudah kalau nggak bawa. Jadi, kapan mau ngomong langsung ke Ibu sama Abang gue kalau lo ngelamar gue? Gue pikir, lo ngajak gue ketemu karena ini pertemuan terakhir kita setelah kejadian hari itu, Gas. Ternyata malah ngajakin gue buat bisa ketemu lo tiap hari sampai tua ya, selain kalau gue
ditinggal liputan?”

Bagas tak tahu harus menjawab apa. Kebingungannya kini berubah menjadi bahagia. Ia kemudian mengirim pesan kepada papanya, “Misi berhasil, Pa. Segera laksanakan rencana kedua.”

Sumber Bapermulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Rahmat Tak Kuat Tahan Lapar hingga Pingsan, Kondisinya Mengenaskan Saat Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan

VNT - Nasib naas baru-baru ini menimpa seorang pedagang sandal keliling di kabupaten Bogor. Diketahui, pedagang sandal keliling dari...

Viral, Video Pria Ancam Polisi yang Akan Bubarkan Judi Sabung Ayam di Toraja Utara

VNT - Sebuah video yang menampilkan seorang pria tampak marah dan mengancam polisi yang akan membubarkan judi sabung ayam di Toraja, viral...

PASCA COVID-19, KEMENDES BERENCANA KIRIM KADES STUDI BANDING KE LUAR NEGERI

Jakarta - Kepala Desa dan penggiat desa serta pendamping desa masih berpeluang diberangkatkan ke luar negeri untuk mengikuti studi banding.

Kemenkeu – BLT Dana Desa Tak Boleh Tumpang Tindih

VNT - Kemenkeu - Bayang-bayang akan penurunan pendapatan serta lesunya ekonomi akibat wabah, tak ayal meningkatkan risiko semakin banyaknya masyarakat miskin. Untuk...

Viral Video Bocah 5 Tahun Cerita Lima Kali Dic4buli “Pak Uwo”, Ini Pengakuan Pelaku

VNT - Tersangka pencabulan bocah 5 tahun yang videonya viral di media sosial mengaku hanya sekali melakukan pencabulan. Pencabulan...
error: Content is protected !!