fbpx
Beranda Auto Islam Jadilah Pendamping Hidupku. Karena Ku Ingin Menjagamu Hingga Akhir Hayatku

Jadilah Pendamping Hidupku. Karena Ku Ingin Menjagamu Hingga Akhir Hayatku

Hana memutar-mutar ponselnya. Menatap layarnya berkali-kali. Ia tak percaya Bagas muncul lagi setelah sekian lama. Hana kira Bagas telah membencinya setelah apa yang ia katakana kepada Bagas beberapa waktu lalu. Dengan begitu keras dan ditempat ramai, Hana meneriaki Bagas karena sedang kesal. Bagas yang juga saat itu sedang lelah setelah tiga hari berturut-turut lembur tetap mau
menemani Hana yang ingin menonton lm. Mereka usai menonton pukul 21.30.

Bagas yang khawatir karena Hana baru saja sembuh dari sakit mengajaknya pulang dengan sedikit paksa tatkala Hana masih ingin pergi melihat-lihat di mall tempat mereka nonton.

“Lo kalau mau balik, balik aja Gas. Lagian lo bukan siapa-siapa gue kok. Jangan larang-larang gue deh!”

Hana meneriaki Bagas tepat di pintu keluar bioskop. Ia kemudian mengibaskan tangan Bagas dan pergi kemudian. Hana kemudian mengetik balasan pesan untuk Bagas. Ia menerima semua konsekuensi yang akan ia terima dari Bagas setelah ini.


Lagipula, siapa yang tak sakit hati diteriaki demikian rupa di muka umum? Hana menghela napasnya berat. Kesal dengan sikapnya sendiri tempo hari.

Asap menari-nari di meja nomor 25, di sudut café “Rasa.” Sudah sepuluh menit pemilik kursi itu duduk berhadap-hadapan. Tetapi diantara keduanya tak jua membuka obrolan. Mereka hanya mengucapkan kata “terima kasih” saat pesanan mereka datang, tersenyum kepada pelayan, lalu hening kemudian. Gemericik hujan yang mulai berdatangan menjadi latar. Mengisi keheningan diantara keduanya yang tak jua segera membuka obrolan.

Hana merasa sedang di hukum. Ia tak suka jika berada dalam keheningan. Tetapi ia juga yang menjadi sorotan. Hana memalingkan muka, menatap hujan. Ia tak berani menatap Bagas yang juga sedang sibuk dengan pikirannya sendiri hari ini. Bagas yang sedang mengumpulkan keberanian. Bertanya-tanya sendiri akan semua konsekuensi yang ia terima. Bagas kemudian menghela napas kencang. Keheningan ini harus diakhiri.

“Huft…” helaan napas Bagas yang cukup terdengar jelas kini membuat Hana kembali duduk menatap Bagas. “Hana, lo mau jadi istri gue nggak?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

20 Resep nasi goreng sederhana paling enak, spesial dan praktis

Kuliner - Memasak merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi memasak merupakan kewajiban kita dalam memenuhi kebutuhan harian. Terutama memasak-masakan makanan dengan pola gizi...

Sebelum Lahir ke Dunia, Ini Janji Manusia kepada Allah

Auto Islam - Tahukah Anda bahwa jauh-jauh hari sebelum terlahir ke dunia manusia sudah terikat perjanjian dengan Allah? Dan tidak ada satu...

Viral Begal Payud*ra Intai Mahasiswa di Surabaya

News, Surabaya - Aksi begal payudara diduga terjadi di Jalan Kedung Sroko, Tambaksari, viral di media sosial. Aksi pelecehan seksual tersebut diduga...

Pohon yang Terbakar Misterius di Makam Pemalang Akhirnya Ditebang

News, Video viral pohon tetiba terbakar di kompleks pemakaman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, ramai dibahas di media sosial. Pohon yang terletak...

Kena Til*ng, Pria di Indragiri Hulu Minta Maaf pada Polisi Setelah Video Viral

News, Riau - Sebuah video yang menunjukkan seorang pengendara sepeda motor yang tak mengenakan helm kesal dan membanting motornya karena tidak terima...