Pengakuan : Tak Di Kasih Jatah Istri, Malah Esek Sama Anak Laki-Laki !

Mi (40), warga Desa Pino Baru Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Propinsi Bengkulu tersangka pencabulan anak di bawah umur, mengaku nekat mencabuli seorang remaja, lantaran kebutuhan seksualnya tidak dipenuhi sang istri. Namun bukannya meminta kepada sang istri, Mi malah melakukan perbuatan cabul dengan sesama jenis.

Diakui Mi, ketertarikannya berhubungan dengan sesama jenis muncul setelah menjalin ikatan rumah tangga. Ketika sudah memiliki anak, Mi mengaku tidak tidur seranjang dengan istrinya. Tiap kali diajak berhubungan, Mi mengatakan istrinya selalu menolak.

“Saya sudah lama tidak berhubungan (badan) dengan istri saya. Soalnya tiap kali saya ajak, istri saya sering menolak,” beber Mi kepada Penyidik.

Karena sering ditolak istri, Mi pun melampiaskan kebutuhan seksualnya di luar. Mi mengaku mulai tertarik berhubungan sesama jenis.

Untuk melampiaskan nafsunya, Mi memilih remaja lelaki yang beranjak dewasa. Bahkan Mi sanggup mengeluarkan uang demi bisa mengajak lelaki incarannya untuk melampiaskan nafsu. “Saya masuk ke lingkungan itu (hubungan sesama jenis) karena pergaulan di lapangan,” ungkap Mi.

Sebelum aksinya berhubungan badan dengan seorang siswa terungkap, Mi mengaku tidak pernah melakukan hal tersebut dengan lelaki lain. “Tidak pernah dengan yang lain. Baru dengan (korban) yang inilah,” ujarnya.

Sementara itu, Penyidik Polsek Seginim masih memproses perkara tersebut. Sejauh ini baru satu orang korban yang menyampaikan laporan. Terkait ada dugaan korban lain, polisi tidak dapat melakukan pengembangan jika tidak menerima laporan.

“Sejauh ini korban yang melapor baru satu. Yang ditangani, ya yang menyampaikan laporan saja,” ujar Kapolres BS, AKBP. Deddy Nata, SIK, melalui Kapolsek Seginim, Iptu. Tamsir Hasan.

Sementara itu, korban yang masih berstatus pelajar MTs dan akan mengikuti ujian sekolah di tahun ini, akan diberi pendampingan. Hal itu dilakukan untuk memulihkan korban agar tidak trauma dan diharapkan bisa menghilangkan jejak kelam atas kejadian yang dialaminya.

Sekedar mengingatkan, pencabulan yang dilakukan Mi kepada korban sudah yang kedua kalinya. Kejadian pertama pada Desember 2020 lalu dan yang kedua Januari 2021. Mi mengajak korban berhubungan sesama jenis dengan cara member imbalan uang Rp 30 ribu dan rokok satu bungkus. Atas imbalan itu, korban yang masih di bawah umur menuruti ajakan tersangka.