Ratusan Juta,Jembatan Bambu Ini Viral di Sosmed

Ponorogo-Sejumlah warga Kecamatan Balong Ponorogo, Jawa Timur beramai-ramai mendatangi proyek pembangunan sebuah jembatan bambu.

Penghubung antardesa bulat dan desa Pandak, sebelumnya foto dan video kondisi jembatan ini ramai beredar di media sosial. 

Memancing rasa penasaran warga untuk datang sendiri ke lokasi.

Warga ingin melihat langsung kualitas jembatan yang dibangun dengan dana APBD sebesar 199.650 juta rupiah ini Setelah melihat sendiri warga mengaku kecewa dengan kualitas jembatan bambu ini warga menginginkan jembatan dibangun permanen Sebelum jembatan bambu ini dibangun dulunya terdapat jembatan permanen yang bisa dilalui kendaraan roda empat, namun pada bulan November 2020 jembatan dibongkar dan diganti dengan jembatan darurat yang justru tidak bisa dilalui oleh mobil.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto menjelaskan tentang jembatan anyaman bambu senilai Rp 200 juta yang viral di media sosial.

Ia mengatakan awalnya warga meminta jembatan yang menghubungkan dua desa di Ponorogo tersebut direhab. Jembatan tersebut posisinya rendah dan memicu banjir saat air sungai meluap. Selain itu jembatan itu hanya hanya memiliki lebar 2 meter.

Setelah menerima usulan warga, Bappeda meminta DPUPR menghitung kebutuhan anggaran pembangunan jalan tersebut. Setelah dihitung kebutuhan anggaran untuk rehab jembatan tersebut sekitar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta.

Namun anggaran yang tersedia saat itu hanya Rp 200 juta saja.

Hal tersebut disampaikan ke pemerintah desa dan mereka setuju pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap.

Anggaran Rp 200 juta itu kemudian digunakan untuk pembangunan pondasi jembatan bagian kanan dan kiri. Pembangunan pondasi tersebut sudah diselesaikan di tahun 2020.

Setelah pondasi jembatan selesai dibangun, warga di Desa Pandak dan Desa Bulak memiliki inisiatif patungan untuk membuat lantai jembatan dengan bahan anyaman bambu sehingga jembatan itu untuk sementara dapat dilewati sepeda motor, sepeda dan pejalan kaki.

“Pembangunan jembatan itu merupakan aspirastif dari legeslatif  desa setempat. Pembangunan jembatan itu atas permintaan warga karena kondisi jembatan sudah lama,” kata Jamus,Jumat (18/12/2020).

Meski berbahan anyaman bambu, ia mengatakan jembatan tersebut aman untuk dilewati sepeda motor, sepeda dan pejalan kaki. Apalagi kanan kiri jembatan dipasang pagar berbahan bambu.

Jamus menyatakan dari sisi teknis tidak ada persoalan bila pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap.

“Pembangunan pondasi tidak akan mengganggu konstruksi. Untuk kelanjutan proyek itu menjadi kewenangan selaku opd perencana pembangunan. Diharapkan kelanjutan pembangunan jembatan ini akan dilakukan tahun depan,” kata Jamus.