Renungkan ! Di luar, Medsos Kau Jelekkan Aku, Di Hidupmu dan Di Kasur Kau Butuh Aku

Auto Islam – Kali ini mungkin postingannya sedikit nyelekit dan sedikit memberikan renungan kepada kita semua. Tapi hal ini tentu kita alami di keseharian kita. Baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Suatu ketika engkau telah siap menjalankan bahtera bersamanya. Awalnya semua kau fikir indah. Bahkan dari sekian juta hanya ia yang mampu membuat harimu bahagia.

Tentu engkau tidaklah buta mata tidak juga buta hati. Hal itu ketika engkau ingin meneruskan kehidupan bersamanya.

Sikap manja manis tentu selalu ada saat-saat itu. Seakan kena lem prangko yang selalu lengket, selalu merekat. Ibarat taman yang selalu kau bayangkan bunga bermekaran di tengahnya.

Sampai pada akhirnya bahtera yang kau harapkan didepan mata. Semula semua terasa biasa saja. Saling melengkapi saling melindungi. Buah perhatian yang kau hayalkan menjadi jalanan yang mulus tak putus dari pandangan.

Sayang fase yang harus di jalani ternyata telah berada di depan mata. Hingga pada akhirnya kisruh kecil menjadi keruh.

Perdebatan kecil yang di mulai dari hal sepele sering menghampiri, bahkan tak jarang hanya sikap bisa menjadi masalah.

Bicara manis seperti yang dulu mulai perlahan surut. Manja yang dulu setinggi gunung kini mulai terkikis dan tergerus.

Dulu kau berharap bisa menyatukan dua hati di dalamnya. Namun kini setelah kau terbangun dari mimpi itu kau tahu bahwa ini bukan menyatukan dua hati melainkan menyatukan api.

Kau kenal medsos yang selama ini di genggamanmu, kau rangkul orang-orang di luar.

Di medsos kau keluarkan kata sindiran bahkan kau jelekkan dirinya di sana. Begitu juga di luar bersama orang yang kau percaya dan kau yakini mereka lebih dari yang kau miliki. Kau jelekan dirinya kepada semuanya.

Kau bongkar apa yang ada dalam sakumu, kau katakan apa yang ada di kantongmu. Kau tuntut segalanya darinya, kau obral semua pengorbanannya.

Seakan engkau tak pernah membutuhkannya kembali. Tak berharap bahwa ia akan datang menghampirimu selama ini.

Sehingga engkau berlaku sebagai orang bodoh, baik di media maupun di luaran dengan menjelakannya.

Sadarkah anda bahwa sebenarnya anda butuh dirinya, sadarkah anda bahwa dialah hidupmu Bukan orang lain bukan juga media sosial.

Sadarkah ! / Ingatkah !

Sampai disitu engkau tentu belum akan sadar dan ingat. Bahwa sebenanrnya bahtera yang engkau lalui bukanlah ajang menyatukan hati. Tetapi sebenanrnya menyatukan sebuah perbedaan, menyatukan antara kekurangan serta kelebihan masing-masing diri.

Syukurilah dia yang ada di sampingmu, syukurilah dia pendampingmu. karena pengorbanannya tentu besar dari sekedar ucapan yang kau utarakan di luar sana.

Kau butuh dirinya baik di kasur maupun dalam hidupmu. Namun kau belum menyadari spenuhnya bahwa hidup tak kan pernah sama dengan orang lain.

syukurilah, apa yang telah kamu miliki saat ini. Tak usah kotori bibir dengan mengumbar aib dengan orang lain.

Rumah tanggamu ada pada dewasamu bukan egomu bahkan omong kosongmu. Satukan perbedaan dan lengkapi kekurangan masing-masing. Karena di pilihanmu.