Categories: NewsUncategorized

Ngaku Dibegal, Bapak Ini Justru di Bui karena Bikin Laporan Palsu

News, KOtawaringin Barat – Nekat, kata ini yang pantas diberikan kepada Zuhriansyah (27) warga Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Awalnya ia hendak menipu polisi dengan membuat laporan palsu sebagai korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan (korban begal).

Kronologi kejadian, saat pelaku membuat laporan ke SPKT Polres Kobar. Ia mengaku, telah dibegal oleh dua orang pria bersenjata, dan uangnya sebanyak Rp25 juta beserta satu buah gawai (handphone) amblas dibawa begal. Ia mengaku pembegalan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sidorejo, pada Senin 3 Februari 2020 sekira pukul 13.30 WIB.

Namun, polisi tak lantas percaya dengan laporan pelaku dan langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi – saksi.

Saat dilakukan penyelidikan, terdapat banyak ketidaksesuaian antara keterangan ssjumlah saksi dengan keterangan yang dilaporkan oleh pelaku.

Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wibowo mengatakan, setelah diketahui laporan tersebut palsu, penyidik langsung mengamankan tersangka di rumahnya dan dilakukan reka ulang kejadian.

“Dari reka adegan pertama pelaku membakar tas miliknya di tempat sampah yang berada di kawasan Bamban, Kelurahan Sidorejo. Setelah itu, pada keesokan harinya handphone miliknya dibuang ke parit yang berada di sekitar kebun sawit milik warga,” ujar Tri.

Tri menjelaskan, pelaku sengaja membuat laporan palsu agar terhindar dari ganti rugi piutang dan ingin membuat orang lain percaya atas kejadian yang dialaminya. Sebab uang senilai Rp25 juta sudah habis dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Saat ini pelaku berikut barang bukti berupa satu lembar surat tanda terima laporan polisi, satu buah handphone merk Vivo dan satu berita acara pengambilan sumpah sudah kami amankan guna pemeriksaan lebih lanjut,” urai dia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 242 KUH Pidana tentang laporan atau keterangan palsu dan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.