Tak Dikasih Uang Beli Rokok, Remaja di Malang Tega Aniaya Ibu Kandung

News, MALANG – Seorang remaja bernama Sugeng Siswanto (19) asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan tega menganiaya ibu kandungnya sendiri.

Kapolsek Jabung, AKP Syamsul Hidayat mengatakan sebelumnya Sugeng Siswanto ini telah dilakukan media oleh polisi antara korban bernama Rokimin dan pelaku.

“Pelaku ini sudah sering menganiaya ibu kandungnya. Yang dilaporkan ke kita ada dua kejadian, namun saat itu masih dilakukan pembinaan dan berjanji tidak akan mengulanginya,” ungkap Kapolsek Jabung, AKP Syamsul Hidayat, Minggu (26/1/2020).

Syamsul menambahkan, terakhir kali pelaku melakukan aksi penganiayaan ke ibu kandungnya pada Sabtu pekan lalu 18 Januari 2020. Di mana saat itu korban yang tengah tertidur pada Sabtu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, tiba-tiba dibangunkan oleh Sugeng.

”Tersangka membangunkan ibunya karena meminta uang untuk beli rokok. Tapi karena tidak punya uang, tersangka langsung menganiaya ibunya. Korban ini sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, pemasukannya memang terbatas,” jelas Syamsul.

Dari hasil penyidikan, tersangka menganiaya ibunya dengan cara memukul dan menendang tubuh korban. Hal ini menyebabkan mata sebelah kiri dan beberapa bagian tubuh Rokimi mengalami luka memar.

”Tersangka sempat memukul dan menendang korban berulang kali, saat itu di lokasi kejadian memang sepi. Selama ini korban dan anaknya hanya tinggal berdua,” kata dia.

Kejadian penganiayaan inipun akhirnya dilaporkan ke polisi. Namun pelaku sempat kabur dari rumah selama lima hari hingga polisi memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

”Tersangka ini memang anak jalanan, jarang di rumah. Setelah ada informasi kepulangannya, tersangka langsung kami amankan dengan tanpa melakukan perlawanan,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, tersangka yang masih berusia belasan tahun itu dijerat Pasal 44 ayat 1 Undang-undang nomor 23 tahun 2004, tentang kekerasan dalam rumah tangga.

”Terhadap tersangka sudah kami lakukan penahanan, kasusnya masih dalam proses penyidikan. Kami jerat dengan undang-undang kekerasan dalam rumah tangga,” tandas Syamsul.