Categories: NewsUncategorized

Viral Kakek Buta di Sentul Disebut Pengemis Modus Perampokan, Ini Faktanya

News, Bogor – Sebuah video beredar menunjukkan seorang kakek di pinggir jalan di kawasan Centul City Bogor yang disebut-sebut pengemis bermodus, beredar viral di media sosial. Kakek tua itu disebut-sebut pura-pura buta demi meminta uang dari pengendara.

Kapolres Bogor AKBP M Joni mengatakan, pihaknya telah mengecek kebenaran informasi dalam video viral itu. Pengecekan dilakukan oleh Polsek Babakan yang dipimpin oleh Panit Reskrim Iptu Budi Sehabudin pada Selasa (28/1) kemarin.

Polisi mengidentifikasi kakek tersebut bernama Y Ajar Rusmin Marlin (70). Polisi juga telah menemui Ajar di rumahnya di Kampung Garungsang, Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor dengan didampingi aparatur desa setempat.

“Yang bersangkutan menjadi pengemis sejak tahun 2004 dengan kondisi mata sudah tidak melihat,” kata Kombes M Joni dalam keterangan dilansir dari detikcom, Rabu (29/1/2020).

Dalam kesempatan itu, polisi juga menemukan tongkat yang sehari-hari digunakan Ajar. Ajar punya alasan sendiri mengapa tongkatnya itu dipasangi paku-paku.

“Penjelasan tongkat berpaku yang digunakan, karena jalan arah rumahnya becek dan tidak ada niat untuk melakukan tindakan kriminal maupun mencelakai orang,” tutur Joni.

Video tersebut beredar di media sosial. Video itu diambil oleh seorang wanita penumpang mobil.

Sambil mengambil video, wanita itu memberikan peringatan kepada warga yang melintas di Sentul City. Wanita itu kemudian memvideokan Ajar yang sedang duduk di pinggir jalan.

“Ini kejadiannya sudah sering di Sentul City bukan sekali dua kali, lebih beberapa kali. Orang ini muncul hanya di weekend atau hari-hari libur besar. Nih ya, ni kalau ketemu di Sentul City ini nggak usah dibantu. Nggak usah dibantu, karena ini modus. Modus…modus. Biasanya dia cuma minta diantar, tapi ujung-ujungnya cuma minta uang. Di ujung tongkatnya itu penuh dengan paku,” tutur wanita tersebut.

Wanita tersebut menuding Ajar berpura-pura buta. Sambil menekankan kembali agar warga tidak perlu menolongnya.

“Pokoknya kalau ketemu orang seperti itu di Sentul City, tidak usah dibantu. Dia biasanya lebih nekat jalan ke tengah jalan pura-pura buta. Kita nggak pernah tahu dia didampingi oleh siapa,” kata wanita itu lagi.