Kakek 69 Tahun Dipenjara 64 Hari Karena Ambil Sisa Getah Karet Seharga 17 Ribu

News, Kriminal – Tapian Nauli, Tapanuli Tengah (Sumut). Seorang kakek berusia 69 tahun di Simalungun Sumatera Utara divonis penjara karena mengambil sisa sadapan getah karet senilai 17 ribu rupiah.

Kakek Samirin dituduh mencuri karet di perkebunan PT Bridgestone, Kecamatan Tapian Nauli.

Ketua majelis hakim Rozianti menyebut Samirin melanggar UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Dilansir dari Kompas.com dan Tribun Medan, Sarimin disebut mencuri getah pohon karet seberat Rp 1,9 kilogram senilai Rp 17.000 di perkebunan PT Bridgestone sekitar dua bulan lalu.

Saat itu Samirin mengaku sedang menggembala sapi. Ia kemudian memungut getah pohon karet dan dijual kepada orang yang menampung.

Uang hasil penjualan getah karet yang ia pungut digunakan untuk membeli rokok.

“Ambil untuk beli rokok. Ini dijual kepada orang-orang yang menampung. Baru itu ambil getah karet,” ujarnya sembari tersenyum.

Tak diduga, satpam perkebunan memergoki Samirin yang sedang memungut getah karet.

Langsung bebas

Saat mendengar vonis tersebut, Sumiati, istri Samirin, langsung menangis. Nenek 12 cucu tersebut terlihat menyeka air matanya dengan kerudung yang ia kenakan.

Vonis dua bulan empat hari membuat Samirin langsung bebas karena ia telah menjalani masa tahanan selama dua bulan tiga hari.

Tak hanya Sumiati, seluruh keluarga dan pengunjung sidang tampak menangis dan mengucapkan puji syukur.

Sebelum kembali ke tahanan, Samirin mengaku cukup senang dengan hasil putusan tersebut.

Hal yang sama juga diucapkan oleh Sumiati. Ia mengaku senang suaminya segera kembali ke rumah.

“Terima kasih, kakek sudah bebas. Nenek senang bisa berkumpul lagi. Kakek bisa jumpa dengan cucu dan anak,” katanya.

Sumiati mengaku tidak mengerti hukum. Ia baru sadar suaminya segera bebas setelah dijelaskan anaknya.

“Ini sama anak dan cucu ramai-ramai ke mari. Tadi diberi tahu anak, bapak sudah bebas. Saya langsung bersyukur,” katanya.

Keluarga kumpulkan koin

Bersamaan dengan vonis tersebut, keluarga Samirin melakukan aksi kumpulkan koin untuk ganti rugi getah karet yang diambil Smairin.

Anak terdakwa Agus Supriadi mengatakan, pengumpulan koin ini atas kerugian yang dialami PT Bridgestone senilai Rp 17.400.

Anak terdakwa Agus Supriadi mengatakan, pengumpulan koin ini atas kerugian yang dialami PT Bridgestone senilai Rp 17.400.

“Ya, ini kami kumpulkan koin untuk mengganti kerugian yang dialami PT Bridgestone,” ujarnya, Rabu (15/1/2020).

Agus mengucapkan syukur atas vonis yang diputuskan hakim Pengadilan Simalungun. Agus mengharapkan setelah ini bisa kembali berkumpul dengan Samirin di rumah.

“Kami puji syukur karena dengan vonis 64 hari dipotong masa tahanan maka Bapak besok sudah bebas,” katanya.

Koin yang terkumpul ini akan diberikan ke PT Bridgestone sebagai ganti rugi.

Selain itu, anggota DPR RI Hinca Panjaitan yang mengikuti persidangan turut menyumbangkan koin.

Sementara itu, Sumiati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang peduli dengan kasus suaminya.

“Terima kasih kepada semua saudara dan adik-adik di sini mau membantu suami saya. Saya enggak tahu mau bilang apa lagi,” katanya seraya menyeka air matanya.

Sumber: Kompas.com